ANALISIS TITIK PULANG POKOK USAHA COOKIES KELOR PADA INDUSTRI CV. BANUA PERTANIAN DI KOTA PALU
Article History
Submited : November 27, 2025
Published : November 19, 2025
Meningkatnya permintaan terhadap produk pangan sehat mendorong lahirnya inovasi pada industri
berbasis pertanian, termasuk pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan baku
bergizi. CV. Banua Pertanian mengembangkan cookies kelor sebagai produk camilan sehat yang
memiliki potensi ekonomi. Namun, permasalahan utama yang dihadapi adalah ketidakpastian
efisiensi produksi serta perlunya penentuan titik pulang pokok (Break Even Point/BEP) sebagai
dasar keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume produksi minimum
yang harus dicapai agar usaha tidak mengalami kerugian sekaligus menganalisis tingkat keuntungan
usaha cookies kelor. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif di CV. Banua
Pertanian Kota Palu pada Oktober–November 2024. Responden dipilih secara purposive, yaitu
pemilik usaha, satu karyawan produksi, dan satu karyawan pemasaran. Data primer diperoleh
melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder berasal dari catatan keuangan
perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2023 total penerimaan usaha
mencapai Rp776.520.000 dengan total biaya produksi Rp656.832.564, sehingga menghasilkan
pendapatan bersih Rp119.687.436. Titik pulang pokok dicapai pada volume produksi 16.337 pcs
atau Rp245.055.000, sedangkan produksi rata-rata bulanan sebesar 4.314 pcs memberikan
keuntungan Rp4.598.968. Kesimpulannya, usaha cookies kelor CV. Banua Pertanian berada pada
kondisi menguntungkan, meskipun efisiensi biaya operasional dan peningkatan kualitas produk
tetap diperlukan untuk keberlanjutan usaha.
Fulltext