SIFAT FISIKA TANAH PADA BEBERAPA KELERENGAN LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA BONEMARAWA KECAMATAN RIO PAKAVA KABUPATEN DONGGALA
Article History
Submited : November 17, 2025
Published : November 26, 2025
Kemiringan lereng dan panjang lereng sangat menentukan karakteristik topografi suatu daerah Kedua faktor tersebut menentukan kecepatan dan volume aliran permukaan. Lahan miring memiliki potensi kerusakan tanah akibat erosi, seperti penurunan kandungan bahan organik tanah, berkurangnya kandungan unsur hara dan ketersediaan air bagi tanaman. Penelitian lapangan dilaksanakan di Desa Bonemarawa Kecamatan Riopakava Kabupaten Donggala. Adapun analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus sampai dengan bulan November 2024. Penentuan unit lahan dilakukan melalui overlay peta kelerengan dan peta penggunaan lahan, dengan analisis tanah dilanjutkan di laboratorium. Setiap sampel diberi kode sesuai titik pengambilan, seperti T1 (Titik Pertama), T2 (Titik Kedua), dan T3 (Titik Ketiga) dengan total jumlah sampel sebanyak 12 sampel.
Arsyad S, 2010. Konservasi Tanah dan Air. UPT Produksi Media Informasi. Lembaga Sumber Daya Informasi Institut Pertanian Bogor. IPB Press, Bogor.
Asdak, C, 2002. Hidrologi dan Pengolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Prees, Yogyakarta.
Asmaranto, R, 2012. Identifikasi Tanah (Groundwater) Menggunakan Metode Resistivity (Geolistrik With IP2WIN Softwater). Malang: Universitas Brawijaya.
Banjarnahor, N., Hindarto, K.S. dan Fahrurrozi, 2018. Hubungan Kelerengan Dengan Kadar Air Tanah, Ph Tanah, dan Penampilan Jeruk Gerga di Kabupaten Lebong. J. Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia 20 (1): 13-18.
Hanafiah, KA., 2013. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Hakim, N., Nyakpa, M. Y., Lubis, A. M., Nugroho, S. G., Saul, M. R., Diha, M. A., dan Bailey, H. H, 1986. Dasar-dasar ilmu tanah. Universitas Lampung.
Hardjowigeno, S., 2016. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo. Jakarta.
Hasanah, U, 2008 Influence of Matric Suction on Soil Aggregate Soal Lescence. J. Agroland 15 (2): 6-10.
Krisnohadi, A, 2011. Analisis Pengembangan Lahan Gambut Untuk Tanaman Kelapa Sawit Kabupaten Kubu Raya. J. Teknologi Perkebunan & PSDL (1) 1:1-7.
Naldo, R.A, 2011. Sifat Fisika Ultisol Limau Manis Tiga Tahun Setelah Pemberian Beberapa Jenis Pupuk Hijau; Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Andalas.
Rahim S. E, 2003. Pengendalian Erosi Tanah Dalam Rangka Pelestarian Lingkungan Hidup. Bumi Aksara, Jakarta.
Rohmat, A, 2009. Tipikal Kuantitas Infiltrasi Menurut Karakteristik Lahan. Erlangga, Jakarta.
Rosyidah E. dan R Wirosoedarmo, 2013. Pengaruh Sifat Fisik Tanah pada Konduktifitas Hidrolik Jenuh di 5 Penggunaan Lahan. Agritech. 33 (3) : 340-345.
Sarief, 1984. Ilmu Tanah Pertanian. Pustaka Buana Bandung.
Silalahi, F. R. dan Hutabalian, J, 2021. Motivasi Petani dalam Budidaya Kelapa Sawit (Elais guinensis jacq.) di Kabupaten Deli Serdang. J TRITON 12 (1): 1-9.
Winarso, S., 2005. Kesuburan Tanah; Dasar Kesehatan dan Kualitas Tanah. Jogyakarta: Gava Media.
Yahya, Husin Z.A, Talib J, Othman J, Ahmed O.H and Jalloh M.B., 2010. Oil Plam (Elaeis Guneensis) Roots Response to Mechanization in Bernam Series Soil. American of J. Applied Science 5 (1): 15-19
Yulipriyanto, H., 2010. Biologi Tanah dan Strategi Pengolahannya. Yogyakarta: Graha Ilmu.