PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) YANG DIBERI BERBAGAI DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR
Article History
Submited : November 14, 2025
Published : November 26, 2025
Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang layak dikembangkan secara intensif di kabupaten Bandung - Jawa Barat khususnya dan Indonesia. Tujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil bawang daun yang diberi berbagai dosis pupuk organik cair. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juli 2020. Bertempat di Screenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako,Palu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 unit perlakuan dan 3 ulangan, sehingga diperoleh 18 unit percobaan dan tiap unit terdiri dari 3 tanaman sehingga total keseluruhan adalah 54 polibag tanaman. Data pengamatan dianalisis ragam (uji F 5%), jika analisis keragaman menunjukan adanya pengaruh yang nyata maka akan dilakukan uji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada berbagai tingkat dosis pupuk organik cair berpengaruh nyata dalam pertubuhan dan hasil Bawang daun. Hasil Parameter tumbuh
tertinggi terdapat pada perlakuan 40 ml/polybag (P4) yaitu 22.67 cm dan perlakuan terendah 50 ml/polybag (P5) memberikan jumlah daun yaitu 7,56 helai. Hal ini menunjukan bahwa Biourin Sapi cukup efektip sebagai pupuk organik.
Agitarani, A. W. 2011. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (Poc) Terhadap Per tumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt). Jurnal Ilmiah Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti. Palembang. Vol. 2 (2) : 74-78.
Agustina, F. dan I. G. M. Subiksa. 2008. Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian Dan Aspek Lingkungan. Balai Penelitian Tanah Dan World Agroforestry Centre (ICRAF). Bogor. Vol. 7 (3) : 36-37.
Aprilia, Rosita. 2019. Pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.) Pada jarak tanam dan pemotongan bibit yang berbeda. Polinela. Universitas Jendral Sudirman. Vol. 19 (1) : 11-18.
BPS. 2017. Luasan Areal,Produksi dan Produktivitas Bawang Daun Jawa Barat 2013. http://www.badanpusatstatistik/bawangdaun. (Diakses 05 maret 2020 01:02).
Cahyono, B. 2005. Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani Bawang Daun. Bandung. Penerbit Kanisius.
Fatmawaty, A.A., S. Ritawati , L.N. Said. 2015. Pengaruh Pemotongan Umbi dan Pemberian Beberapa Dosis
Pupuk NPK Majemuk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium
ascolanicum L.). Agrologia, Vol. 4 (2) : 69-77.
Hadisuwito, S. 2012. Membuat Pupuk Organik Cair. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Parawansa, I.N.R. dan Hamka. 2014. Interval Waktu Pemberian Pupuk Organik Cair Urin Sapi Pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kangkung Darat (Ipomea reptans Poir). Jurnal Agrisistem. Vol. 10 (6) : 170-178.
Pardosi, Andri H., Irianto dan Mukhsin. 2014. Respon Tanaman Sawi terhadap Pupuk Organik Cair Limbah Sayuran pada Lahan Kering Ultisol. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2014,Palembang 26-27 September 2014. ISBN:979-587-529-9.
Prajo. M. 2016. Kajian Status Tanam
Terhadap Pupuk organic cair. Fakultas Pertanian Universitas Muhamadiyah. Jogyakarta. Vol. 4 (3) : 293-303. Edisi Oktober 2006.
Qibtiah, Mariatul. dan Astuti. 2016. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium Fistulosum L.) Pada Pemotongan Bibit Anakan dan Pemberian Pupuk Kandang Sapi Dengan Sistem Vertikultur. Jurnal Ziraa’ah, Vol. 42 (1) : 20-21.
Rukmana, R. 2005. Bertanam Bawang Daun. Kanisius. Yogyakarta.
Soepardi D. 2000. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.